Pendidikan Multikultural Dan Kewarganegaraan

Pendidikan Multikultural Dan Kewarganegaraan

Pendidikan Multikultural
Pendidikan Multikultural 

WakhidAhmad.com
- Dalam masyarakat yang plural seperti di Indonesia, intoleransi adalah virus yang sangat potensial menyebabkan rusaknya relasi dan keselarasan sosial karena ia secara diametral berlawanan dengan khitah kemajemukan. Kemajemukan, per definisi, pasti mengandaikan adanya perbedaan dan/atau keragaman dalam berbagai manifestasinya. Konsekuensinya, masyarakat plural kehilangan jatidirinya manakala intoleransi ada dan, apalagi, menjadi dominan.

Itu sebabnya mendidik anak bangsa kita agar mengetahui, mengenal, memahami, menghargai, dan, kalau bisa, merayakan perbedaan budaya, atau 5 M, adalah mutlak diperlukan. Itulah yang disebut dengan istilah pendidikan muktikultural. Tujuan akhir dari pendidikan muktikultural adalah membentuk budaya inklusif yang mampu menjadi perekat dan penguat persatuan bangsa.

Multikulturalisme dan pendidikan multikulturalisme yang saya pahami, justru mendorong terwujudnya integrasi sosial secara alami tanpa paksaan psikis dan fisik, tetapi menerima secara bertanggungjawab. Baik bagi kelompok-kelopok yang merasa mayoritas maupun minoritas tanggungjawab untuk terus menerus memelihara dan mengembangkan inklusifisme tsb tetap menjadi pegangan. Multikuluturalisme macam inilah yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Berbareng dengan pendidikan multikultural,pendidikan kewarganegaraan harus pula ditanamkan semenjak usia dini bagi anak bangsa. Kewarganegaraan dalam hal ini dipahami sebagai hak dan kewajiban asasi seorang warganegara dalam kehidupan politik, hukum, ekonomis dan sosial budaya. Kewarganegaraan inilah yg akan menjadi landasan agar multikulturalisme tidak disalahgunakan atau diselewengkan atas nama politik identitas.

Setidak-tidaknya, masyarakat yang terdidik multikulural dan kewarganegaraan akan cenderung punya immune system yang kuat sehingga masyarakat sehat dan mampu melakukan cegah dini terhadap virus-virus intoleransi dan radikalisme, serta akan melaksanakan sistem demokrasi secara optimal.

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: